Skip to content

Memilih Jenis Font yang Tepat untuk Desain

February 10, 2012

Memilih Jenis Font yang Tepat untuk Desain

 

Memilih Jenis Font yang Tepat untuk DesainIlmu Desain Tutorial Desain memilih jenis font yang tepat untuk desain bisa saja menjadi hal sulit dan membutuhkan waktu yang lama. Tipografi bukahlah sebuah ilmu pengetahuan. Tipografi adalah seni. Mereka yang suka sesuatu yang berbau ‘ilmiah’ atau juga mereka yang menyukai bekerja dibidang sample data akan sulit menetukan tipografi yang baik dan tepat. Bagaimanapun juga seorang penjual roti pasti akan berpikir layaknya mereka yang suka berdagang. Begitupula tipografi dan pada pemilihan tipeface / jenis font adalah bukan barang ilmiah yang didalamnya selalu berhadapan dengan aturan-aturan dan perilaku yang menjadi sebuah alasan untuk suatu kesenangan.

 

Sebelum kita masuk dalam inti pembahasan, marilah kita berbicara tentang tanggung jawab. Kita sebagai desainer mempunyai dua beban tanggung jawab : pertama kita sebagai desainer mempunyai kewajiban dalam menyajikan sebuah desain tidak malah menjadi penghalang kesenangan pembaca, tetapi untuk membantunya mendapatkan kesenangan, -kenyamanan lebih pada saat membaca; kedua kita bertanggungjawab untuk menentukan tipeface yang digunakan. Tipeface yang baik adalah yang didesain untuk suatu tujuan yang baik pula, tetapi tidak berarti tipeface terbaik adalah tipeface yang cocok digunakan setiap saat. Saya sendiri, merasa agak kurang yakin jika dalam mendesain menggunakan tipeface yang saya dapatkan baru-baru saja. Tipeface baru adalah seperti layaknya bayi yang baru lahir (meskipun tidak bisa muntah di baju Anda) : jangan dibanting, ditekan terlalu keras, diangkat terbalik; dalam kata lain jangan semena-mena, perlakukan dengan baik, penuh hormat dan hati-hati.

Memilih Jenis Font yang Tepat untuk Desain

Jika Anda memahami paragraf-paragraf di atas, maka akan mudah anda menafsirkan bahwa yang kita bicarakan disini bukanlah serangkaian aturan-aturan melainkan sebuah daftar panduan prinsip dasar.

Serif atau Sans Serif?

Menurut pendapat saya, sangat sulit menentukan mana yang terbaik untuk dijadikan sebuah tipeface pada artikel dengan tulisan yang tercetak sekian halaman. Saya menyarankan untuk mengabaikan pernyataan yang samar dan tanpa kesimpulan pada akhirnya yang seperti tiada batasnya untuk diperbedebatkan, tentukan saja mana yang Anda pilih untuk Anda sendiri. “Aduh, tapi jenis font serif lebih mudah untuk hal ini karena membacanya membuat mata tidak jenuh“, Stop! Jangan diteruskan, itu semua hanyalah omong kosong.

 

Serif dan Sans Serif

Daripada menulis sebanyak sepuluh alinea lagi untuk topik tersebut, saya lebih mudah berkata bahwa kita paling mudah membaca dengan tipeface yang memang sudah familiar dengan kita sendiri (anda bebas untuk tidak sependapat dengan mengisi komentar pada comments box dibawah). Jika anda masih ragu bahwa sebenarnya sans serif juga digunakan sebagai body text, Anda bisa cek pada Swiss Typography department.

Panduan Satu : hormatilah

Ini sudah barang tentu wajib menjadi mantra bagi tipografer (pengguna tipografi). Pada kenyataannya tipografer yang baik, hampir bisa dipastikan selalu menggunakannya secara tidak sadar, ini bersifat insting.

[typography] is a craft by which the meanings of text (or its absence of meaning) can be clarified, honored and shared…

—Robert Bringhurst

[tipografi] adalah sebuah seni tentang arti suatu teks (atau tanpa adanya sebuah pemaknaan) yang dapat di perjelas, dihormati dan digunakan bersama-sama…

—Robert Bringhurst

Ini penting untuk disebutkan disini bahwa prinsip ini dapat digunakan -diaplikasikan pada semua medium. Beberapa dari tipeface yang saya suka malah terlihat jelek, menyeramkan bahkan mati gaya pada layar monitor dan bahkan tipografi tipeface seperti Georgia atau Verdana yang dibuat khusus untuk pekerjaan digital seperti untuk tipeface web desain yang selalu dibaca secara online pada layar monitor, seringkali mejadi pilihan terbaik untuk material printing atau dicetak di kertas. Memilih jenis font untuk web desain lebih mudah karena pilihannya lebih sedikit, namun sekarang sudah mulai berubah. Sekarang kita memiliki sIFR dan ‘web fonts’. Jadi inilah pentingnya untuk berpikir lebih berhati-hati ketika memilih jenis font yang akan kita gunakan. Apakah font Times, Times New Roman, Narrow Set dan font yang didesain untuk kolom terbatas memang benar-benar sesuai dijadikan tipeface pada tulisanlong-line extended‘ untuk layar monitor?

Panduan Dua : Bacalah

Saya tidak sedang berkelakar disini, jika Anda sedang menentukan jenis font untuk novel ‘laskar pelangi sekuel 7′ atau sekedar tulisan headline yang cuma dua kata, bacalah -benar bacalah. Dengan membacanya kita akan mengetahui petunjuk yang vital, tidak hanya untuk menentukan mana jenis tipeface yang benar saja, tetapi juga akan membantu Anda menentukan perancangan keseluruhan layout yang baik. Sebagai contoh, ketika Anda menentukan jenis huruf pada saat pembuatan sebuah artikel tentang sejarah huruf jawa, pastinya Anda akan menggunakan huruf jawa bukan?

Memilih Jenis Font yang Tepat untuk Desain

Mungkin juga tidak. Ada tempat tersendiri untuk konteks historis, bagaimanapun, jika kita menggunakan huruf jawa semuanya pasti yang baca juga agak ribet, hal ini akan mengarahkan Anda ke tujuan yang salah. Jika yang baca adalah anak gaul, pemuda masa kini -anda akan kerepotan jika tetap menggunakan font jawa. Beda halnya jika yang baca nantinya adalah orang-orang jawa tulen yang kesehariannya akrab dengan huruf jawa (he he he, saya saja yang orang udah lupa).

Sebagai tambahan untuk membaca tulisannya, Anda akan memahami isinya. Ini mungkin menjadi hal yang tidak selalu bisa dilakukan. Jika Anda menentukan font untuk artikel ‘teori kuantum’ (ha ha ha, bingung) mungkin membacanya gak usah banyak-banyak. Bagaimanapun membaca artikel yang akan kita desain adalah salah satu cara untuk menentukan jenis font yang baik dan tepat.

Panduan Tiga : konsumen dan kanvas

Siapa yang akan membaca artikel dengan pengesetan jenis font menarik hasil guratan tangan Anda? Petinju, Tukang Pijat, Karyawan, Ibu Rumah tangga, pengacara, guru atau siapa? Jika yang akan menjadi bahan persoalan bukan dari teks / jenis fontnya, maka carilah. Tulisan jawa / atau teks dengan aksen tulisan mirip huruf jawa tidak akan dibaca secara jelas bahkan tidak terbaca jika yang membaca adalah anak-anak yang belum sekolah.

Memilih Jenis Font yang Tepat untuk Desain

Perhatikan pada kanvas, halamannya. Mungkin Anda menentukan teks pada halaman yang sudah atau natinya didesain orang lain, Anda tidak punya kewenangan atau kendali atas ‘margin‘ dan dimensi halaman. Suatu halaman yang berjelal (sesak karena sempit, munkin) dengan margin yang kecil munkin akan lebih tepat diisi dengan jenis font lighter atau lebih tipis dan margin yang lebar akan lebih cocok kalau jenis fontnya lebih ‘dark/bold’. Anda bisa pelajari light font dan font family pada artikel saya sebelumnya untuk mengenali besar kecilnya tipeface. Untuk font headline saya juga sudah membuat source download font dengan bermacam-macam pilihan.

Panduan Empat : Apakah sudah terlihat benar?

Jika tujuan akhir desain Anda adalah untuk di cetak di atas kertas, maka buatlah sample hasil print dan kemudian lihat hasilnya. Mungkin hasil hasil desain Anda terlihat begitu wah ketika terlihat di layar monitor, namun seperti saya tulis di atas bisa saja ketika sudah berupa hasil cetakan di atas kertas menjadi terlihat seperti kereta bertabrakan. Tidak ada cara lain untuk teks yang dicetak selain melihatnya secara langsung hasil cetakannya. Jika desain Anda untuk layar monitor / interface maka sebaiknya Anda lihat resolusi layar monitor, bahkan PC dan MAC bisa menjadi sangat berbeda.

dan Akhirnya…

Ingatkan diri Anda bahwa tipografi adalah benar-benar sebuah seni dan bahwa banyak dari keputusan yang Anda buat, termasuk pilihan tipeface, bersifat subjektif. Jika Anda tidak yakin, tanyakan hasil desain Anda kepada orang lain (pada desainer atau non-desainer) untuk membacanya. Dan carilah contoh-contoh penggunaan tipografi sebanyak Anda mampu, dengan begitu Anda akan dapat memahaminya.

Pada artikel nantinya semoga saya bisa membuat studi kasus tentang Serif dan Sans Serif yang dapat digunakan secara berdampingan pada satu media desain dan terlihat WOW. Mungkin Anda mempunyai cara tersendiri untuk memilih font yang tepat, jangan ragu berbagilah dengan saya disini melalui komentar.

Semoga Anda menikmati artikel ini dan jangan lupa bergabung dengan teman-teman yang lain di Facebook AhliDesain, dan ikuti Twitter saya. Jika Anda menyukai artikel-artikel dari saya jangan lupa untuk memasukkannya dalam subscribe ke ahlidesain RSS Feed.

Bila ada yang ditanyakan, saran, tanggapan dan ide kreatif silakan isi pada komentar, saya akan mencoba menjawab secepat dan sebaik mungkin.

 

sumber : http://www.ahlidesain.com/memilih-jenis-font-yang-tepat-untuk-desain.html

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: