Skip to content

benang Kusut atau Sulaman yang dirancang dengan baik?

October 25, 2015

Hari ini latihan drama natal umum, dan gw berperan jadi Malaikat,,,
Tapi kali ini bukan mau bahas peran malaikat atau drama nya…

Saat lagi duduk nunggu selesai latihan Musik, untuk gentian latihan Drama, ada seorang teman saya nanya…
Vid, itu yang diatas mau dibuat apa ya? (nunjuk ke atas di bagian kiri, kaya ada rangka-rangka jendela2 yang masih belum selesai gitu)
Gw : Ga tau bro…
Ga jelas ya mau diapain… (ininya gitulah)
Gw : Begitulah kehidupan kita, saat kita melihatnya dari sudut pandang kita, melihat belum selesai, ya begitulah…, tapi sang arsitek itu pasti ada maksudnya, dan nantinya pasti jadi bagus… ( wah ko jadi khotbah gw…  )

Ada sebuah cerita tentang sudut pandang yang semoga bisa membuat kita berpikir saat-saat kita mengalami saat-saat sulit atau semacamnya…

Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang menyulam sehelai kain. Saya yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu di atas sehelai kain.

Tetapi saya memberitahu kepadanya, bahwa yang saya lihat dari bawah adalah benang ruwet. Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut: “Anakku, lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini, nanti setelah selesai, engkau akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas.”

Aku heran, mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih, begitu semrawut menurut pandanganku. Beberapa saat kemudian, saya mendengar suara memanggil: “Anakku, mari ke sini, dan duduklah di pangkuan ibu.” Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah, dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah sekali. Aku hampir tidak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang-benang yang ruwet.

Kemudian ibu berkata: “Anakku, dari bawah memang nampak ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, ibu hanya mengikutinya. Sekarang, dengan melihatnya dari atas kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan.

Sering selama bertahun-tahun, kita melihat ke atas dan bertanya kepada Tuhan: “Tuhan, apa yang Engkau lakukan?” Ia menjawab: “Aku sedang menyulam kehidupanmu”. Dan aku membantah, “Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?”

Kemudian Tuhan menjawab: “Anakku, kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan pekerjaanKu di bumi ini, satu saat nanti kamu akan melihat rencanaKu yang indah dari sisiKu.”

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”
( Yer 29:11 )

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: